Minggu, 25 November 2012

Pendidikan Anak Usia Dini Lewat Keluarga



Sebagian masyarakat Indonesia belum sepenuhnya menyadari pentingnya pendidikan bagi anak usia dini. Padahal, pendidikan anak usia dini (PAUD) saat ini diakui menjadi tahapan penting dalam pendidikan anak, seperti tertuang dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional.
PAUD merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani maupun rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Usia 0 sampai 6 tahun merupakan masa emas bagi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Selain gizi yang cukup, beragam stimulus atau rangsangan untuk perkembangan fisik, yakni koordinasi syaraf motorik halus dan kasar, kecerdasan yang meliputi daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi serta kecerdasan spritual.
Oleh sebab itu, pendidikan yang diberikan pada anak usia dini, bukan saja sangat penting bagi perkembangan kemampuan dasar anak untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya, tetapi juga turut memberikan kontribusi yang sangat besar dalam mempercepat keberhasilan peningkatan SDM.
Selain itu, usia dini, khususnya pada usia 0-5 tahun atau di bawah lima tahun (Balita), juga merupakan kurun waktu yang sangat menentukan bagi pembentukan karakter dan kepribadian seorang anak.
Usia 0-5 tahun ini juga merupakan usia penting bagi pengembangan intelegensi permanen diri seorang anak. Oleh sebab itu, di negara-negara maju, pembangunan pendidikan untuk anak usia dini ini mendapat perhatian yang sangat serius serta menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Itu sebabnya, setiap orang tua dapat menjadikan anaknya seorang anak yang cerdas dan kreatif. Semua orang tua dapat melakukannya, jika para orag tua mau mengutamakan kebutuhan dan kepentingan sang anak. Berkenaan dengan upaya untuk membentuk kecerdasan seorang anak, selain terpenuhinya kebutuhan fisik-biologis, terutama kebutuhan gizi yang baik sejak dalam kandungan serta kasih sayang yang dapat memberikan rasa aman, terlindungi, dihargai dan diperhatikan, maka hal lain yang harus dilakukan adalah dengan memberikan stimulasi sedini mungkin sejak dalam kandungan serta pada masa keemasan tumbuh kembang sang anak.
Adapun yang dimaksud dengan stimulasi dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir yang dilakukan setiap hari untuk merangsang semua sistem panca indera. Dan, sebagai bentuk pendidikan, stimulasi dimaksud sebaiknya diberikan sejak janin berusia 6 bulan dalam kandungan.
Kemudian, guna membentuk anak yang kreatif, orang tua harus dapat memberi contoh tanpa memaksa, akan tetapi memberi keberanian atau tantangan untuk anak berkreasi, memberikan penghargaan dan pujian atas keberhasilan dan perilaku yang baik. Memberikan koreksi dan bukan dalam bentuk ancaman atau hukuman bila anak melakukan kesalahan.
Terkait dengan pentingnya PAUD ini, baik itu yang dilakukan secara formal, non formal atau informal, pemerintah dan masyarakat perlu mengkaji, menelaah dan mencarikan jalan keluar yang terbaik, khususnya terhadap berbagai permasalahan yang menyebabkan PAUD, pada sebagian besar masyarakat kita belum mendapat perhatian yang serius.
Karena, dalam kenyataannya, dengan berbagai faktor penyebab, sebagian besar masyarakat, terutama orang tua belum begitu memahami akan potensi luar biasa yang dimiliki anak-anak pada usia yang sangat menentukan tumbuh kembang seorang anak tersebut.
Sebagai contoh, masih terbatasnya pengetahuan dan informasi yang dimiliki orangtua yang menyebabkan potensi yang dimiliki anak tidak dapat berkembang dengan baik sebagaimana mestinya.
Kesuksesan pendidikan dalam upaya mencerdaskan kehidupan berbangsa yang berbasis moral dan akhlak mulia, sangat tergantung pada penyelenggaraan PAUD. Semua ini menunjukan betapa pentingnya PAUD sebagai pendidikan yang berhubungan dengan moralitas.
Karena, dari berbagai penelitian pun terbukti bahwa usia dini (0-6 tahun) merupakan periode atau masa keemasan (the golden age) yang sangat menentukan tahap perkembangan anak selanjutnya. Disebutkan bahwa kecerdasan anak 50 persen dicapai pada usia 0-4 tahun, sebanyak 80 persen pada usia delapan tahun dan 100 persen pada usia 18 tahun. Pada masa emas, seorang anak mampu menyerap ide dan ilmu atau pelajaran jauh lebih kuat daripada orang dewasa, sehingga memberikan pendidikan kepada anak di usia tersebut sangat penting untuk tumbuh kembangnya.
Penelitian itu juga menyebutkan, kecepatan pertumbuhan otak anak sangat tinggi hingga mencapai 50 persen dari keseluruhan perkembangan otak anak selama hidupnya sehingga pada usia emas merupakan waktu yang sangat tepat untuk menggali segala potensi kecerdasan anak sebanyak-banyaknya.
Namun sayangnya, pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan anak usia dini masih terbilang rendah. Dirjen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Depdiknas, Ace Suryadi mengakui saat ini penyelenggaraan PAUD belum menjadi prioritas pemerintah sehingga penyelenggaran PAUD masih menjadi inisiatif swasta dan masyarakat . Karena belum menjadi prioritas, lanjut Ace Suryadi maka masih banyak anak usia dini yang berada di pedesaan serta mereka yang berasal dari keluarga miskin tidak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar 9 tahun.
Oleh karena itu, Depdiknas tengah merintis program PAUD berbasis keluarga atau home schooling PAUD untuk memperluas akses pendidikan pra sekolah bagi anak usia 0-6 tahun khususnya bagi kelompok tidak mampu sebelum memasuki pendidikan dasar. Konsep dasar dirintisnya PAUD berbasis keluarga adalah karena banyak orangtua yang belum memperoleh kesempatan untuk mengirimkan anaknya ke PAUD, seperti taman penitipan anak, Taman Kanak-kanak, Play Group dan sejenisnya karena keterbatasan ekonomi.
Diharapkan, dengan program PAUD berbasis keluarga ini akan membina orang tua dan keluarga untuk terlibat langsung mengembangkan fungsi jasmani dan rohani anak berkembang secara baik. Peningkatan akses dan mutu layanan PAUD ke berbagai daerah tanpa mengenal status dan latar belakang akan menentukan keberhasilan program peningkatan partisipasi masyarakat dalam mensukseskan PAUD di Indonesia.
Program PAUD berbasis keluarga ini juga harus mengemban misi membangun bangsa dengan hati nurani. Dimana setiap masyarakat ikut ambil bagian dalam mensosialisasikan pentingnya PAUD bagi anak usia dini kepada setiap keluarga, terutama dalam mempersiapkan mereka memasuki pendidikan dasar.Lebih lanjut Ace mengatakan, program PAUD berbasis keluarga bertujuan untuk menanamkan konsep pendidikan bagi anak pra sekolah dengan cara-cara benar seperti tanpa kekerasan, tanpa ancaman, tanpa harus ditakut-takuti sehingga tanpa memandang status dan latar belakang keluarganya, maka anak-anak memiliki kesempatan untuk tumbuh kembang secara baik dan siap memasuki pendidikan lanjutan.
Banyaknya anak usia dini belum terlayani dengan baik. Hal ini memang merupakan satu tantangan besar bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia pada umumnya, karena mereka merupakan aset yang bernilai tinggi bagi bangsa. Nasib bangsa ini ditentukan di tangan mereka. Jika generasi sekarang sudah rusak, maka ke depan negara ini akan dipenuhi oleh generasi yang sudah rusak pula.


Kamis, 08 November 2012

Pembelajaran Sains AUD


DEFINISI SAINSSains  bagi anak usia dini adalah upaya mendorong anak mengeksplore lingkungan di sekitar, sains tidak merupakan waktu yang menyimpan pengalaman lainnya, ini pendekatan yang terintegrasi, berkelanjutan dalam pemikiran anak dan membangun dasar pemahaman, tentang dunia.PEMBELAJARAN SAINSAda beberapa kemampuan dasar menggunakan proses saintifik yaitu :1.      Mengamati
Anak bisa terdorong untuk melihat secara lebih cermat pada tindakan yang lebih spesifik atau sebuah informasi. Contohnya anak bisa terdorong untuk mengobservasi tingkah laku burung ketika di darat, apakah burung tersebut bberjalan atau meloncat ?2.      Mengklasifikasikan
Anak bisa mengklasifikasikan balok melalui bentuk, kelompok benda-benda yang tersimpan di area seni, atau jenis-jenis kancing, daun-daunan, kerang-kerangan atau koleksi lainnya.3.      Membandingkan
Membandingkan adalah proses memutuskan objek dan kejadian pada pada persamaan dan percobaan. Contohnya anak bis membandingkan daun bunga daisy dengan bunga mawar lainnya.  4.      Mengukur
Mengukur adalah proses kemampuan dasar yang perlu untuk mengumpulkan data. Pengukuran tidak harus menggunakan pengukuran yang berstandarisasi. Anak bisa mengukur dan memotong lembaran panjang dari tanaman buncis, membandingkan ukuran dari biji-bijian atau atau bebatuan dan sebagainya. 5.      Mengkomunikasikan.
Mengkomunikasikan adalah proses kemampuan dasar lainnya. Mereka  bisa membicarakan tentang apa saja yang mereka temui, membuat rekaman bergambar, membuat grafik dan mengumpulkan data.6.      Melakukan percobaan
Guru bisa membantu anak berfikir tentang aktifitas bermain seperti sebuah percobaan dengan dengan kemampuan bertanya dan mendorong anak untuk merefleksikan tindakan mereka dan hasil dari hasil tersebut.7.      Menghubungkan, menarik kesimpulan dan penerapan
Yaitu dalam beberapa cara :1.      Menghubungkan adalah proses penggambaran abteraksi dari bukti-bukti yang nyata. Contohnya anak yang mengobservasi air yang membeku mungkin tidak bisa menghubungkan mengapa air menjadi cair karena suhu.
2.      Menarik kesimpulan adalah kemampuan untuk memutuskan sebab dan akibat yang berhubungan atau fenomena. Contoh yang tidak bisa diamati adalah kejadian fenomena yang termasuk  listrik dan kemagnetan.
3.      Penerapan adalah penggunaan informasi dari pengalaman untuk mrenemukan, menciptakan, menyelesaikan masalah baru dan menyimpulkan beberapa kemungkinan.
MENGAJARKAN SAINSMemastikan keselamatan1.      Peralatan harus kokoh dan dalam keadaan baik.
2.      Penggunaan dari sumber-sumber panas harus benar-benar  diawasi.
3.      Tanaman yang ada diruangan kelas harus aman dari racun.
4.      Bak mandi dan kolam air harus tetap diawasi.
5.      Peralatan seperti pisau dan palu dalam keadaan baik dan harus dalam pengawasan.
Konsep pengajaran dasar dan mendorong sikap positif.1.      Konservasi =>  pentingnya sumber daya alam yang terbatas.
2.      Rasa hormat pada hidup => belajar menghormati kehidupan dan tidak menghancurkannya.
3.      Rasa hormat pada lingkungan => menjaga lingkungan dari sampah, dan sampah-sampah bisa didaur ulang untuk menjadi benda-benda yang bermanfaat.
Merencanakan urutan dari aktifitas1.      Memperkenalkan aktifitas
2.      Selama beraktifitas
3.      Setelah melakukan aktifitas
 The National Science Education (NSE) mengidentifikasi mengidentifikasi delapan kategori isi untuk siswa di taman kanak-kanak yaitu :1.      Mempersatukan konsep dan proses
2.      Sains sebagai pemeriksaan
3.      Sains fisik
4.      Sains kehidupan
5.      Sains bumi dan luar angkasa
6.      Sains dan teknologi
7.      Sains secara pribadi dan Perspektif Sosial
8.      Sejarah dan sains alam (NRC 1996)
MENGINTEGRASIKAN  SAINS KE DALAM  KURIKULUMConezio dan french (2003) membagi beberapa keuntungan dari penempatan sains pada pusat kurikulum  :1.      Sains menjawab kebutuhan anak untuk belajar tentang dunia dan sekitarnya.
2.      Pengalaman setiap hari anak menjadi dasar untuk sains. 

Pembelajaran Sains AUD


DEFINISI SAINSSains  bagi anak usia dini adalah upaya mendorong anak mengeksplore lingkungan di sekitar, sains tidak merupakan waktu yang menyimpan pengalaman lainnya, ini pendekatan yang terintegrasi, berkelanjutan dalam pemikiran anak dan membangun dasar pemahaman, tentang dunia.PEMBELAJARAN SAINSAda beberapa kemampuan dasar menggunakan proses saintifik yaitu :1.      Mengamati
Anak bisa terdorong untuk melihat secara lebih cermat pada tindakan yang lebih spesifik atau sebuah informasi. Contohnya anak bisa terdorong untuk mengobservasi tingkah laku burung ketika di darat, apakah burung tersebut bberjalan atau meloncat ?2.      Mengklasifikasikan
Anak bisa mengklasifikasikan balok melalui bentuk, kelompok benda-benda yang tersimpan di area seni, atau jenis-jenis kancing, daun-daunan, kerang-kerangan atau koleksi lainnya.3.      Membandingkan
Membandingkan adalah proses memutuskan objek dan kejadian pada pada persamaan dan percobaan. Contohnya anak bis membandingkan daun bunga daisy dengan bunga mawar lainnya.  4.      Mengukur
Mengukur adalah proses kemampuan dasar yang perlu untuk mengumpulkan data. Pengukuran tidak harus menggunakan pengukuran yang berstandarisasi. Anak bisa mengukur dan memotong lembaran panjang dari tanaman buncis, membandingkan ukuran dari biji-bijian atau atau bebatuan dan sebagainya. 5.      Mengkomunikasikan.
Mengkomunikasikan adalah proses kemampuan dasar lainnya. Mereka  bisa membicarakan tentang apa saja yang mereka temui, membuat rekaman bergambar, membuat grafik dan mengumpulkan data.6.      Melakukan percobaan
Guru bisa membantu anak berfikir tentang aktifitas bermain seperti sebuah percobaan dengan dengan kemampuan bertanya dan mendorong anak untuk merefleksikan tindakan mereka dan hasil dari hasil tersebut.7.      Menghubungkan, menarik kesimpulan dan penerapan
Yaitu dalam beberapa cara :1.      Menghubungkan adalah proses penggambaran abteraksi dari bukti-bukti yang nyata. Contohnya anak yang mengobservasi air yang membeku mungkin tidak bisa menghubungkan mengapa air menjadi cair karena suhu.
2.      Menarik kesimpulan adalah kemampuan untuk memutuskan sebab dan akibat yang berhubungan atau fenomena. Contoh yang tidak bisa diamati adalah kejadian fenomena yang termasuk  listrik dan kemagnetan.
3.      Penerapan adalah penggunaan informasi dari pengalaman untuk mrenemukan, menciptakan, menyelesaikan masalah baru dan menyimpulkan beberapa kemungkinan.
MENGAJARKAN SAINSMemastikan keselamatan1.      Peralatan harus kokoh dan dalam keadaan baik.
2.      Penggunaan dari sumber-sumber panas harus benar-benar  diawasi.
3.      Tanaman yang ada diruangan kelas harus aman dari racun.
4.      Bak mandi dan kolam air harus tetap diawasi.
5.      Peralatan seperti pisau dan palu dalam keadaan baik dan harus dalam pengawasan.
Konsep pengajaran dasar dan mendorong sikap positif.1.      Konservasi =>  pentingnya sumber daya alam yang terbatas.
2.      Rasa hormat pada hidup => belajar menghormati kehidupan dan tidak menghancurkannya.
3.      Rasa hormat pada lingkungan => menjaga lingkungan dari sampah, dan sampah-sampah bisa didaur ulang untuk menjadi benda-benda yang bermanfaat.
Merencanakan urutan dari aktifitas1.      Memperkenalkan aktifitas
2.      Selama beraktifitas
3.      Setelah melakukan aktifitas
 The National Science Education (NSE) mengidentifikasi mengidentifikasi delapan kategori isi untuk siswa di taman kanak-kanak yaitu :1.      Mempersatukan konsep dan proses
2.      Sains sebagai pemeriksaan
3.      Sains fisik
4.      Sains kehidupan
5.      Sains bumi dan luar angkasa
6.      Sains dan teknologi
7.      Sains secara pribadi dan Perspektif Sosial
8.      Sejarah dan sains alam (NRC 1996)
MENGINTEGRASIKAN  SAINS KE DALAM  KURIKULUMConezio dan french (2003) membagi beberapa keuntungan dari penempatan sains pada pusat kurikulum  :1.      Sains menjawab kebutuhan anak untuk belajar tentang dunia dan sekitarnya.
2.      Pengalaman setiap hari anak menjadi dasar untuk sains. 

Jumat, 12 Oktober 2012

menanamkan kejujuran pada anak

kejujuran adalah akhlak mulia sikap ini harus ditanamkan sejak usia dini pada anak. nah,, kita sebagai orang tua membimbing, mengarah, dan mengajarkan kepada anak-anak untuk untuk senantiasa jujur, baik ucapan maupun perbuatan.sesuai dengan firman allah "wahai orang-orang yang beriman. bertakwalah kalian kepada allah dan jadilah kallian bersama orang-orang yang jujur"

Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah


Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah

Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.

Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup.

Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)
Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1]

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.

Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. [2]

Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4]

Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5]

Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6]

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7]

Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8]

6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153)
Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)
Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)
Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)


Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?