Selasa, 01 Januari 2013

Pembelajaran menurut Maria Montessori


           Maria Montessori
Maria Montessori: hidup dan metode
RIWAYAT HIDUP Beliau dilahirkan di Italia dan dididik dalam lingkungan liberal. Montessori adalahwanita pertama yang mendirikan sekolah medis di Italia dan membangun psikologiyang berbasis sistem pendidikan dan disebarkan ke dunia internasional. Setelah itu iamendirikan universitas di Roma dimana ia mempelajari ilmu dokter anak dan psikiatris. Montessori menjadi tertarik pada pembelajaran dan pengembangan anak-anak. Ia membiayai anak jalanan dan mengobservasi mereka dengan uangnya sendiri.Tahun 1899 Montessori menjadi direktur sekolah Orthophrenic, institute medical psikologi. Tahun 1906, Montessori menemukan The Casa dei Bambini, atau rumahuntuk anak-anak, dimana ia mengembangkan metode pedagogik yang kemudiandikenal sebagai Sistem Montessori. Sekolah ini dibuka pada Januari 1907,dikemudian hari metode Montessori menjadi terkenal dan berkembang ke duniainternasional.Elizabeth G. Hainstock dalam bukunya “Metode pengajaran Montessori untuk anak sekolah dasar”, menjelaskan bahwa metode Montessori bertujuan sebagai pengantar  prinsip, agar anak-anak mereka dapat memasuki kesenjangan pendidikan yang lebihtinggi dengan persiapan yang matang. Pendidikan ini dimulai dari masa prasekolah,yaitu dengan cara pendidikan Bahasa dan Matematika. Bahasa dan Matematikamerupakan dua hal yang sangat penting dan menjadi dasar untuk pendidikanselanjutnya. Pendidikan anak dalam dua bidang ini agar mendapatkan hasil yangoptimal, maka menurut Montessori, anak harus belajar atas kemauannya sendiri, tidak dengan dipaksa. Salah satu cara yang mudah untuk membuat anak menyukai belajar adalah dengan cara membuat anak belajar sambil bermain karena anak-anak sangatmenyukai permainan. Oleh karena itu, sebagai orang tua dan pendidik harus kreatif dalam memasukkan pelajaran dalam permainan anak-anak.Banyak permainan anak-anak yang dapat diterapkan oleh orang tua sebagai orangterdekat mereka, untuk mengembangkan kemampuan intelektual, psikomotorik,emosional, dan kognitif. Permainan-permainan itu harus diseleksi oleh orang tua dan harus dijelaskan arti dari permainan itu. Anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya terutama anak-anak yang menerima pola asuh permissive, mereka akan cenderung mempunyai pola kebiasaan yang menyendiri dan kognisi merekacenderung terhambat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar